Movie Night Out

“Gimana?Masih berpikiran kalau film-film superhero Marvel itu membosankan?”  tanya Heri sambil mengambil dua cup kopi yang baru saja dibelinya.

Amanda menggeleng. “Membosankan sih enggak,cuma kalau dibandingkan film DC ya beda sih kualitasnya . Di film Marvel itu kita kayak disuguhkan sebuah semesta yang benar-benar asing dari dunia nyata,ya fantasi banget gitu lah”

“Tapi superheronya cakep-cakep kan?” celetuk Heri sembari memasukan uang kembalian

“Iya sih,tapi mau pemeran utamanya cakep kalau plot ceritanya lemah ya sama aja. Coba lihat Dark Knight Trilogi,menurutku itu bisa jadi film legenda”

“Ah,itu kan emang kamunya aja udah DC fangirl. Eh atau Nolan fangirl ya?”

“Nah itu tau. Lagian dia emang keren kok. tonton aja semua film-filmnya Nolan,” tukas Amanda. Heri baru akan menjawab sembari memasukan dompetnya ke kantong belakang jeansnya.

“Mau langsung aku anter pulang?” tanyanya.

Amanda menggeleng singkat. “Udah jam segini, kasian kamunya nanti kemaleman,” jawab Amanda saat mereka melangkah meninggalkan sebuah CryptCaffe diiringi senyum dan ucapan terima kasih dari greeter yang membukakan mereka pintu. Sejak pukul delapan tadi, parkiran CryptCaffe masih saja penuh. Akibatnya, Heri terpaksa memarkir mobilnya di depan sebuah warung yang letaknya tak jauh dari lokasi coffee-shop merangkap toko buku tersebut.

“So, kamu jadi beneran nggak mau nih ikutan nonbar Captain America sama sepupu-sepupuku?” Heri kembali berusaha membujuk gebetannya itu.

“Skip dulu deh. Aku hari itu udah janjian sama Papa-Mama juga,” jawab Amanda sambil menggenggam tangan Heri.

“Nggak apa-apa kan?” tanyanya. “Iya, santai,” tukas Heri. Ia yakin Andi atau Reza sepupunya pasti bisa mengajak pacar-baru-mereka-entah-yang-mana-lagi untuk memakai jatah tiket milik Amanda. Mereka lalu berjalan melewati sekumpulan pemuda yang tengah nongkrong di depan sebuah warung sambil memainkan gitar. Dengan suara pas-pasan salah satu di antara mereka mulai bernyanyi. “Paint my loooooove….”

“You should paiiiint my loooove” tanpa sadar Heri ikut menyanyikan lagu itu. Amanda terkikik geli.

“Kamu nggak pengen ikutan nyanyi sama mas-mas itu?” godanya saat mereka sampai di tempat Heri memarkir mobilnya.

“Nggak ah, orang aku mau nyanyinya buat kamu,” jawab Heri kalem, lalu berhenti dan mengantungi kembali kunci mobilnya. “Manda…” ucapnya pelan.

Amanda tersenyum canggung. “Ya?”

“Kalau aku nggak bisa ngajak kamu nonton Captain America, apa aku bisa ngajak kamu jadian sama aku?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s