Premonition #1

Damar

Biar kuberitahu kau sebuah rahasia: Aku bisa jatuh hati pada seseorang hanya karena namanya.

Baru-baru ini, aku berkenalan dengan seseorang bernama Laksmi. Begitu tahu makna di balik namanya, aku jadi berdebar-debar. Ia pun jadi tampak sepuluh kali lipat lebih menarik, padahal dia pacar orang.

Aku biasanya juga akan kagum pada orangtuanya, yang memilih kata-kata yang tak biasa untuk merangkai doa-doa baik dan disematkan seumur hidup dalam sebuah nama. Lagipula, andai harapan itu terkabul, pastilah anak mereka menjadi orang baik. Siapa tahu, dengan begitu, ada yang bisa dijadikan teman hidup yang baik pula.

Tapi, untuk soal itu, aku punya cerita tersendiri.

Laksmi

Aku masih teringat saat ia mengulurkan tangannya dan menyebutkan namanya: Damar.

Menjawab ekspresi heranku, ia tersenyum, menjelaskan, “Dari bahasa Sansekerta, artinya ‘penerang’.”

Tak butuh waktu lama bagi Damar untuk lantas menjadi secercah cahaya yang terbit di hatiku, mengisi dan menghangatkan setiap sudut ruangnya. Tapi, kemudian ia ternyata menjadi terang yang menyilaukan.

Aku sempat berpaling sejenak untuk menjernihkan pandangan, tapi aku malah tak bisa menemukan penerangku kembali. Habis terang terbitlah gelap, dan aku pun kehilangan arah lagi.

Namun aku percaya, perih di jari-jariku yang habis terkena api ini akan menjadi kenang-kenangan, bahwa aku pernah berupaya menyalakan lilin demi menerangi jalanku sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s